Di Sinilah Tempat Benteng Yakjuj dan Makjuj Berada

Di Sinilah Tempat Benteng Yakjuj dan Makjuj Berada

Benteng Yakjuj dan Makjuj telah hancur, benteng yakjuj dan makjuj, artikel umroh, info  umroh murah, info umroh murah terbaru,  info umroh murah 2018, info umroh 2018, info umroh surabaya, Info Umroh, Umroh Murah, Umroh Surabaya, Umroh 2018,  Paket Umroh Murah, Travel Umroh Surabaya, Travel Umroh murah, Umroh Murah Surabaya

Benteng Yakjuj dan Makjuj telah hancur, benteng yakjuj dan makjuj, artikel umroh, info umroh murah, info umroh murah terbaru, info umroh murah 2018, info umroh 2018, info umroh surabaya, Info Umroh, Umroh Murah, Umroh Surabaya, Umroh 2018, Paket Umroh Murah, Travel Umroh Surabaya, Travel Umroh murah, Umroh Murah Surabaya

Mabrur Mandiri Umroh Murah Surabaya – Kedatangan Yakjuj dan Makjuj ini memang memberikan dampatk yang luar biasa. Yang artinya terdapat 2 suku yang akan datang pada hari kiamat kelak. Dan merupakan salah satu tanda besar kiamat.

Dimanakah Yakjuj dan Makjuj?. Semoga bs membantu jawab…

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Allah menyebutkan Yakjuj dan Makjuj dua kali dalam al-Quran.

[1] Allah sebutkan di surat al-Kahfi, ketika Allah bercerita tentang Dzul Qarnain yang membangun benteng Yakjuj dan Makjuj,

قَالُوا يَاذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا . قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا

Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka. (QS. Al-Kahfi: 94 – 95)

[2] Allah ceritakan dalam konteks menyebutkan tanda hari kiamat,

حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ (96) وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit) (QS. Al-Anbiya: 96)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan keberadaan Yakjuj dan Makjuj sebagai bagian dari tanda kiamat. Beliau bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَرَوْنَ عَشْرَ آيَاتٍ: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدُّخَانُ، وَالدَّابَّةُ، وَخُرُوجُ يَأْجُوجَ، وَمَأْجُوجَ

Kiamat tidak akan terjadi sampai kalian melihat ada 10 tanda: terbitnya matahari dari barat, munculnya Dukhan, adanya Dabbah (hewan melata yang bisa memberi tanda), dan keluarnya Yakjuj dan Makjuj…. (HR. Ahmad 16144, Abu Daud 4311 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Dari informasi yang kita dapatkan di atas, kita menyimpulkan bahwa

[1] Yakjuj dan Makjuj sudah ada sejak masa silam. Bahkan sudah ada sejak zaman Dzulqarnain

[2] Yakjuj dan Makjuj sebelum keluar, mereka berada di balik benteng yang dibuat Dzulqarnain

[3] Yakjuj dan Makjuj akan dikeluarkan di masa mendatang, sebagai bagian dari tanda hari kiamat. Artinya, benteng Dzulqarnain itu akan rusak dan mereka akan lepas.

Lalu Dimanakah Benteng Yakjuj dan Makjuj?

Keterangan yang Allah sebutkan dalam al-Quran, bahwa Yakjuj dan Makjuj berada di dekat sebuah tempat antara dua gunung.

حَتَّى إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا  قَالُوا يَاذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” (QS. Al-Kahfi: 93-94).

Dimanakah 2 gunung ini?

Terdapat riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, yang menjelaskan,

حتى إذَا بَلَغَ بينَ السَّدَّيْنِ، قال الجبلين: الردم الذي بين يأجوج ومأجوج، أمتين من وراء ردم ذي القرنين، قال الجبلان: أرمينية وأذربيجان

“Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung” kata Ibnu Abbas: dua gunung adalah benteng yang menghalangi Yakjuj dan Makjuj, dua umat di balik benteng Dzulqarnain. Beliau mengatakan, dua gunung itu adalah Armenia dan Azerbaijan. (Tafsir at-Thabari 16/16, Ma’ani al-Quran 4/293, al-Muharrar al-Wajiz 3/541, dan Zadul Masir 5/189).

Riwayat yang kita sebutkan di atas, bagian dari ijtihad Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma. Ada juga yang mengatakan bahwa benteng itu ada di Cina. Dan mengenai realita sejatinya, tidak ada yang tahu kecuali Allah. Dan Allah tidak memberikan keterangan yang rinci mengenai tempat itu.

Karena itu, sikap yang bisa kita kedepankan adalah mengembalikannya kepada Allah. Dan kita tidak perlu terlalu penasaran dengan informasi semacam ini. Kita ketahui maupun tidak kita ketahui, tidak berpengaruh pada amal ibadah kita. Sehingga tidak perlu dicari.

Benteng Yakjuj dan Makjuj telah hancur, benteng yakjuj dan makjuj, artikel umroh, info  umroh murah, info umroh murah terbaru,  info umroh murah 2018, info umroh 2018, info umroh surabaya, Info Umroh, Umroh Murah, Umroh Surabaya, Umroh 2018,  Paket Umroh Murah, Travel Umroh Surabaya, Travel Umroh murah, Umroh Murah Surabaya

Benteng Yakjuj dan Makjuj telah hancur, benteng yakjuj dan makjuj, artikel umroh, info umroh murah, info umroh murah terbaru, info umroh murah 2018, info umroh 2018, info umroh surabaya, Info Umroh, Umroh Murah, Umroh Surabaya, Umroh 2018, Paket Umroh Murah, Travel Umroh Surabaya, Travel Umroh murah, Umroh Murah Surabaya

Sesuai data lokasi yg tertera dalam kisah ekspedisi Zulqarnain, celah ini adalah satu-satunya lokasi yang sesuai. Celah sempit yang terbentang sejauh 12km dengan diapit 2 tebing batu granit setinggi 1000-3000meter ini berada di sebelah utara Georgia, berbatasan dengan wilayah Rusia. Ini adalah satu-satunya akses pintas yang menghubungkan wilayah sebelah utara dan selatan Caucasus.

(Baca Juga Terkait : Umroh Murah 2018)

Ke mana tembok besi tersebut?

Penelusuran lokasi ini menunjukkan bahwa di tempat tersebut tidak ditemui lagi tembok besi berlapis tembaga sebagaimana dijelaskan dalam kisah ekspedisi Zulqarnain. Hanya ada 2 kemungkinan, entah lokasinya yang salah, ataukah memang tembok tersebut sudah hancur. Kemungkinan salahnya identifikasi lokasi sangat kecil karena memang celah Darial Gorge adalah satu-satunya lokasi penghubung antara wilayah sebelah utara dan selatan Caucasus. Catatan sejarah menunjukkan celah ini sering dilalui oleh suku barbar kuno, suku Cimmeria & Scythia yang tinggal di sebelah utara Caucasus. Dua suku kuno inilah yang merupakan keturunan dari Yakjuj Makjuj.
Trus, di mana tembok besi itu sekarang? Jika identifikasi lokasi ini benar, maka bisa disimpulkan bahwa tembok tersebut sudah hancur, sudah hilang sejak lama.

Konstruksi Tembok Yakjuj Makjuj

Jika kita bisa menemukan bukti berupa reruntuhan tembok besi atau lokasi tambang di sekitar Darial Gorge, ini akan menjawab dengan ringkas kebenaran identifikasi lokasi tembok tersebut. Tapi sayangnya bekas reruntuhan yang ada di sekitar lokasi ini berusia jauh lebih muda dari yang kita cari. Terdapat bekas-bekas bagnunan jembatan ataupun benteng yang dibangun oleh Rusia pada abad ke-17. Kelihatannya waktu yang membentang ribuan tahun lalu sangat sulit untuk mencari reruntuhan tersebut tanpa sebuah team arkeolog yang mengkhususkan pencarian bukti ini.

Tapi ternyata ilmu geologi bisa membantu melacak kemungkinan di celah ini pernah terdapat tembok Yakjuj Makjuj. Dalam ayat Quran tembok tersebut diistilahkan “radm” yang secara harfiyah artinya “dam” atau tembok untuk membendung air. Tentunya ini bukan sembarang istilah, pasti ada rahasia di balik penyebutan tembok ini sebagai “radm”.

Di celah Darial Gorge ini mengalir sungai Terek dari utara ke selatan. Sungai ini lumayan besar, dan jika celah ini ditutup maka akses dari wilayah utara ke selatan mutlak tertutup, dan wilayah sebelah utara akan membentuk bendungan air. Amazing… bukti geologi berupa perbandingan sample tanah di dinding tebing sebelah utara titik yang diperkirakan tempat dibangunnya dam, dan juga sample tanah di tebing sebelah selatannya benar-benar membuktikan di tempat ini pernah dibangun sebuah “dam” yang membendung aliran sungai Terek. Tanah di sebelah utara dam memiliki kandungan air yang sangat tinggi, sementara tanah di sebelah selatan dam memiliki kandungan air yang sangat rendah. Perbedaan mencolok kandungan air pada kedua sample tanah ini hanya terjadi jika tanah di sebelah utara dam terendam air dalam jangka waktu yang lama.

Tembok besi ini tidak dihancurkan oleh bangsa Yakjuj Makjuj

Hancurnya tembok besi ini bukan karena dilobangi oleh kaum Yakjuj Makjuj. Konstruksi tembok ini sangat kokoh, menancap ke batuan granit di kanan kirinya. Dengan ditutupnya celah Darial Gorge ini, sungai Terek yang mengalir dari arah utara akan terbendung di bagian utara tembok.

Pendapat yang menyatakan bahwa Yakjuj Makjuj melobangi tembok ini perlu dikaji lebih jauh kebenarannya, karena bertentangan dengan informasi yang disebutkan dalam Quran (QS.18:97)

Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

Konstruksi tembok besi berlapis tembaga ini bukanlah sekedar lempengan besi tipis, melainkan konstruksi balok balok besi yang didesain sdemikian rupa dan mampu menahan bendungan air di utara tembok. Ini adalah konstruksi sebuah “dam”, yang tebal, kokoh, dan lumayan tinggi.

Menurut pendapat saya, perkiraan tinggi tembok ini tidak setinggi puncak tebing yang sekitar 1000 meter (1km) dari dasar celah, melainkan cukup tinggi untuk menutup celah tersebut. Terjemahan ayat 18:96 yang kita dapati dalam versi bahasa Indonesia agak berlebihan dengan menambahkan penafsiraan kata “puncak”, berikut perbandingan terjemah versi Bahasa Inggris & Indonesia:

….
until, when he had leveled [them] between the two mountain walls, he said, “Blow [with bellows],” until when he had made it [like] fire, he said, “Bring me, that I may pour over it molten copper.”

….
Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu…

Terjemah versi Bahasa Inggris di atas lebih pas secara tekstual, “hattaa idzaa saawaa baina ash-shadafain” secara terjemah kalimat (tanpa penambahan penafsiran) adalah “hingga ketika telah rata di antara ash-shadafain”.

Ash-shadafain artinya “dua buah kerang” atau dua cangkang kerang yang berhadapan. Bentuk tebing-tebing di Darial Gorge ini seperti dua cangkang kerang berhadapan jika dilihat dari atas ataupun dari kejauhan.

Kemungkinan tinggi tembok tersebut tidaklah setinggi puncak bukit yang berjarak 1000m dr dasar celah, melainkan lumayan tinggi untuk sebuah konstruksi dam dengan bagian atas tembok didesain rata.

Istilah tembok atau dinding ini disebut oleh Zulqarnain sebagai “radm” yang artinya “dam” untuk membendung air.

Dengan konstruksi semacam ini, mustahil bagi siapapun untuk melobanginya atau bahkan merusaknya menggunakan peralatan manual. Begitu juga dengan generasi Yakjuj Makjuj suku Cimmeria & Scythia pada masa itu. Mereka jelas jelas tidak akan mampu melobangi ataupun merusaknya.

Demikian, Allahu a’lam.

(Baca Juga Terkait : PAKET HEMAT UMROH MURAH SURABAYA 2018  )

Demikianlah Di Sinilah Tempat Benteng Yakjuj dan Makjuj Berada oiya, mengingatkan Masih ada PROMO Paket UMROH MURAH 2018 untuk keberangkatan Umroh Bisnis Murah 2017
Dan apabila Bapak atau Ibu berkenan untuk bersilaturahmi bisa mengunjungi
Head Office :
Wisma Pagesangan Raya No. 89 Surabaya

(Selatan Masjid Agung Surabaya)