bacaan terakhir surah at tin, Info Umroh, Umroh Murah, Umroh Surabaya, Umroh 2018, Paket Umroh Murah, Travel Umroh Surabaya, Travel Umroh murah, Umroh Murah Surabaya artikel umroh, info umroh murah, info umroh murah terbaru, info umroh murah 2018, info umroh 2018, info umroh surabaya, biaya paket umroh murah, harga umroh surabaya, Umroh Murah terbaik surabaya, paket umroh 2017

Keistimewaan Bacaan Ayat Terakhir Surah At-Tin

Keistimewaan Bacaan Ayat Terakhir Surah At-Tin

bacaan terakhir surah at tin, Info Umroh, Umroh Murah, Umroh Surabaya, Umroh 2018,  Paket Umroh Murah, Travel Umroh Surabaya, Travel Umroh murah, Umroh Murah Surabaya artikel umroh, info  umroh murah, info umroh murah terbaru,  info umroh murah 2018, info umroh 2018, info umroh surabaya,  biaya paket umroh murah, harga umroh surabaya, Umroh Murah terbaik surabaya, paket umroh 2017

bacaan terakhir surah at tin, Info Umroh, Umroh Murah, Umroh Surabaya, Umroh 2018, Paket Umroh Murah, Travel Umroh Surabaya, Travel Umroh murah, Umroh Murah Surabaya artikel umroh, info umroh murah, info umroh murah terbaru, info umroh murah 2018, info umroh 2018, info umroh surabaya, biaya paket umroh murah, harga umroh surabaya, Umroh Murah terbaik surabaya, paket umroh 2017

Mabrur Mandiri Umroh Murah Surabaya – Setiap selesai membaca surat at-Tin, ada imam yg membaca dg suara pelan, ‘Balaa wa ana ‘ala dzalika minas Syahidin’… apakah ini benar?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sebagian ulama mengatakan dianjurkan membaca kalimat semacam ini ketika membaca surat tertentu.

An-Nawawi mengatakan,

فصل في آداب تدعو الحاجة إليها – منها : إذا قرأ قوله تعالى : ( إنَّ الله ومَلاَئِكَتِهِ يُصلونَ عَلى النَّبي ) يستحب له أن يقول : صلى الله عليه وسلم تسليماً. ومنها : إذا قرأ : (أليسَ الله بَأحكمِ الحَاكِمين ) (أَليسَ ذَلِكَ بقَادرٍ عَلى أنْ يُحيي الموْتَى ) يُستحب أن يقول : بلى وأنا على ذلك من الشاهدين، وإذا قرأ: ( فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُون ) قال: آمنت بالله . . . وهذا كله مستحب أن يقوله القارئ في الصلاة وغيرها

Pasal, tentang adab yang dilakukan ketika dibutuhkan…

Diantaranya, ketika membaca firman Allah (yang artinya), “Sesungguhnya Allah dan para Malaikatnya bershalawat kepada Nabi…” (QS. al-Ahzab: 56) maka dianjurkan untuk mengucapkan, “Shallallahu ‘alaihi was sallama tasliimaa.”

Dan jika membaca ayat (yang artinya), ‘Bukankah Allah Hakim yang paling adil?’ (QS. at-Tin: 8) dan ayat (yang artinya), ‘Bukankah Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan orang mati?’ (QS. al-Qiyamah: 40), dianjurkan untuk mengucapkan, ‘Balaa wa ana ‘ala dzalika minas Syahidin’. Dan ketika membaca firman Allah (yang artinya), ‘Maka kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan beriman?’, maka dianjurkan untuk mengucapkan, ‘Amantu billaah..’  dan ini semua dianjurkan untuk dibaca oleh orang yang tilawah al-Quran, baik ketika shalat maupun di luar shalat. (Mukhtashar at-Tibyan fi Adab Hamalatil Quran, hlm. 25).

Ada beberapa hadis yang menyebutkan hal ini. Diantaranya,

Dari Musa bin Abi Aisyah, beliau menceritakan,

Ada orang yang shalat di atas rumahnya, ketika dia membaca,

أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى

(QS. al-Qiyamah: 40)

Dia mengucapkan,

سُبْحَانَكَ فَبَلَى

“Maha Suci Engkau… tentu Engkau mampu”

Merekapun bertanya kepada beliau tentang hal itu. jawab beliau, “Aku pernah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Abu Daud 884 dan dishahihkan al-Albani).

Artikel Menarik : Umroh Murah 2018

Hadis kedua, dari Ismail bin Umayah, saya pernah mendengar seorang badui yang membawakan riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من قرأ منكم والتين والزيتون فانتهى إلى آخرها أليس الله بأحكم الحاكمين فليقل : بلى وأنا على ذلك من الشاهدين

Siapa yang membaca surat at-Tin dan selesai sampai akhir surat, (yang artinya), ‘Bukankah Allah Hakim yang paling adil?’ hendaknya dia mengucapkan, ‘Balaa wa ana ‘ala dzalika minas Syahidin’. (HR. Abu Daud 887 dan didhaifkan al-Albani).

Sebab dhaifnya adalah adanya perawi majhul (tidak diketahui statusnya), si badui yang meriwayatkan ari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,

لو قرأ القارئ : ( أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى ) فله أن يقول : بلى ، أو سبحانك فبلى ، لأنه ورد فيه حديث عن النبي عليه الصلاة والسلام ، ونص الإمام أحمد عليه ، قال الإمام أحمد : إذا قرأ : ( أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى ) في الصلاة وغير الصلاة قال : سبحانك فبلى ، في فرض ونفل . وإذا قرأ : ( أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ ) فيقول : سبحانك فبلى .

Jika orang yang membaca ayat (yang artinya), ‘Bukankah Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan orang mati?’ maka dia bisa mengucapkan, ‘Tentu, atau Subhanaka, tentu Engkau kuasa.’ Karena terdapat riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal ini. Imam Ahmad juga menegaskan demikian. Imam Ahmad mengatakan, ‘Jika orang membaca ayat (yang artinya), ‘Bukankah Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan orang mati?’ baik ketika shalat maupun di luar shalat, lalu dianjurkan mengucapkan, “Subhanaka, tentu Engkau mampu.” Baik shalat sunah maupun wajib. Jika membaca ayat (yang artinya), “Bukankah Allah Hakim yang paling adil?” maka dia bisa mengucapkan, Subhanaka, tentu ya Allah… (as-Syarh al-Mumthi’, 3/398).

(Baca Juga Terkait : PAKET HEMAT UMROH MURAH SURABAYA 2018  )

Demikianlah Keistimewaan Bacaan Ayat Terakhir Surah At-Tin oiya, mengingatkan Masih ada PROMO Paket UMROH MURAH 2018 untuk keberangkatan Umroh Bisnis Murah 2017
Dan apabila Bapak atau Ibu berkenan untuk bersilaturahmi bisa mengunjungi
Head Office :
Wisma Pagesangan Raya No. 89 Surabaya

(Selatan Masjid Agung Surabaya)