TIPS MEMILIH WAKTU TERBAIK BERIBADAH UMROH

TIPS MEMILIH WAKTU TERBAIK BERIBADAH UMROH

Untuk membahas masalah ini, kita akan menerapkan dua kriteria. Yakni waktu terbaik dilihat dari sisi syariah, kemudian satu lagi dari sisi teknis (meliputi cuaca, kepadatan jamaah dan besaran biaya). Anda dapat mempertimbangkan hal-hal ini untuk menentukan kapan akan menjalankan ibadah umrah.

  • Ditinjau dari Sisi Syariah

    Dari sisi syariah, ibadah Umrah paling baik dijalankan pada bulan Ramadhan. Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama dalam membahas masalah ini. Sebagaimana diceritakan oleh Sahabat Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada seorang wanita penduduk asli Madinah, “Apa yang menghalangimu untuk ikut berhaji bersama kami?”.

    Wanita itu pun menjawab, “Kami tidak memiliki kendaraan kecuali dua ekor unta yang dipakai untuk mengairi tanaman. Bapak dan anaknya berangkat Haji dengan satu ekor unta dan meninggalkan satu ekor lagi untuk kami yang digunakan untuk mengairi tanaman.” Mendengar penjelasan itu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian bersabda:

    فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِى فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

    Jika tiba bulan Ramadhan, tunaikanlah Umrah. Karena sesungguhnya ibadah Umrah (yang dijalankan pada bulan Ramadhan) setara dengan Haji. (HR Muslim 3097)

    Maksud dari hadits ini bukanlah dengan menjalankan ibadah Umrah pada bulan Ramadhan maka kewajiban Haji akan gugur. Bukan. Tetapi dengan menjalankan ibadah Umrah pada bulan Ramadhan maka pelakunya akan mendapatkan pahala senilai ibadah Haji. Adapun keutamaan ibadah Haji lainnya seperti pahala wukuf, doa yang mustajab dan lainnya tetap hanya bisa diraih dengan menjalankan ibadah Haji secara langsung.

 

  1. Ditinjau dari Sisi Teknis

    Jika melihat dari sisi Syariah, maka yang kita jadikan patokan tentu Al-Quran dan Hadits Nabi. Sedangkan untuk melihat dari sisi teknis, akan ada banyak hal yang perlu kita pertimbangkan:

    a. Cuaca

    Negara yang akan dikunjungi para jamaah (Kerajaan Arab Saudi) memiliki iklim gurun dengan cuaca yang cukup ekstrim. Maka, terutama bagi Anda yang telah berusia lanjut atau sensitif dengan cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin, permasalahan ini bisa diperhatikan.

    Arab Saudi mengalami musim panas pada bulan Juni hingga Agustus. Cuaca yang panas hingga 55 derajat celcius, atau bahkan di beberapa daerah dapat mendekati angka 60 derajat tentu sangat mengganggu kondisi fisik dan kegiatan para jamaah.

    Namun ketika menjalankan ibadah Umrah di bulan Desember atau Januari, yang akan Anda jumpai adalah musim dingin dengan suhu udara sampai 10 derajat celcius.

    Lantas, kapan suhu udara yang nyaman dapat dijumpai para peziarah? Jika ingin menjalankan ibadah Umrah dengan cuaca yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia, maka Anda dapat memilih sekitar bulan Februari, Maret atau Oktober.

    b. Kepadatan Jamaah

    Membayangkan dapat beribadah Umrah di sekitar Masjidil Haram dan juga berziarah di Masjid Nabawi dengan lapang tanpa berdesakan tentu sangat menarik. Thawaf di sekitar Ka’bah dengan santai, mencium Hajar Aswad hanya dengan berbaris dalam antrean yang rapi, mendekat ke arah Multazam atau duduk di Raudhah tanpa berdesakan pasti menjadi impian setiap jamaah Umrah. Nah, permasalahannya adalah, kapan saat itu tiba?

    Yang perlu kita ketahui, visa Umrah dibuka oleh Kedutaan Besar Arab Saudi mulai dari bulan Rabiul Awal hingga Ramadhan. Selanjutnya di bulan Syawal, visa untuk Umrah ditutup untuk mempersiapkan kedatangan jamaah Haji, karena jamaah Haji akan mulai tiba di Tanah Suci pada bulan Dzul Qa’dah. Begitupun setelah musim Haji usai dan jamaah Haji kembali ke daerahnya masing-masing di bulan Muharam, visa Umrah baru mulai dibuka di bulan Rabiul Awal dengan alasan waktu itu dipakai untuk masa pembenahan.

    Nah, sejatinya di saat itulah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sangat sepi. Yakni di saat visa untuk Umrah di-stop, sedangkan jamaah Haji belum tiba. Dan di saat jamaah Haji kembali ke negaranya dan visa untuk Umrah belum dibuka. Jika mendatangi Tanah Suci pada saat itu maka Anda hanya akan bertemu dengan penduduk sekitar Tanah Suci, atau penduduk kota lain di Kerajaan Arab Saudi.

    Namun bagaimana kita bisa sampai ke Tanah Suci jika visa belum terbit? Tenang saja, masih ada jalur lainnya. Ya. Kita bisa memakai visa wisata, atau juga memakai visa transit. Namun tentu untuk masalah ini, kendalanya ada pada biayanya yang sedikit membengkak.

    Cara di atas mungkin masih kurang memasyarakat, selain belum banyak travel yang menawarkan paket seperti diatas, juga biayanya yang terbilang mahal membuat banyak masyarakat tak mampu merasakannya. Tapi jangan terlalu kuatir, masih ada cara lain.

    Seperti yang telah saya sampaikan, di saat kuota visa untuk Umrah ditutup di bulan syawal maka akan banyak sekali calon jamaah yang keinginannya tertahan setidaknya selama 5 bulan, dan baru dapat terlaksana pada Rabiul Awwal. Maka di saat itu seperti halnya bendungan yang jebol, akan banyak ummat islam yang menjalankan ibadah Umrah dan Tanah Suci pun akan sangat padat.

    Namun sekitar 2 atau 3 bulan selanjutnya, di bulan Jumadil Ula dan selanjutnya jamaah akan kembali sepi, atau setidaknya tak seramai bulan-bulan sebelumnya. Namun ketika Ramadhan tiba Tanah Suci akan sangat padat, bahkan Masjidil Haram bisa lebih padat dibandingkan musim Haji.

    Selain itu, Tanah Suci juga akan lebih padat dari hari-hari biasanya ketika liburan sekolah tiba. Waktu itu tiba sekitar bulan juni (kenaikan kelas) dan januari (liburan semester). Masa liburan anak sekolah hampir di seluruh dunia sama.

    Maka jika dinilai dari tingkat kepadatan dapat kita simpulkan, Tanah Suci akan lengang disaat menjelang Haji atau pasca Haji, juga akan lengang di bulan jumadil ula dan selanjutnya hingga menjelang Ramadhan.

    c. Besaran Biaya

    Tak perlu ditutupi, tidak sedikit masyarakat yang untuk menjalankan ibadah Umrah masih memperhatikan ‘biaya’. Tentu saja, karena memang perjalanan ibadah Umrah memakan biaya yang tidak sedikit.

    Jika Anda termasuk diantara yang memperhatikan masalah biaya, jangan karena budget Anda yang terbatas sehingga memilih perusahaan travel yang ‘abal-abal’. Karena yang dikhawatirkan adalah kualitas ibadah Anda yang dipertaruhkan. Namun tetap pilihlah travel yang terbukti berkualitas, dan memilih waktu yang murah.

    Memangnya biaya perjalanan ibadah Umrah berubah-ubah? Ya, pasti. Karena perjalanan ibadah Umrah sangat terpengaruh dengan musim liburan, Ramadhan dan lainnya.

    Jika saya berikan gambaran, biaya ibadah umrah akan sedikit mahal ketika pertama kali visa dibuka di bulan Rabiul Awal, kemudian akan turun lagi harganya pada Jumadil Ula. Dan kembali mahal lagi di musim liburan sekolah (juni-juli) juga akan mahal di bulan Ramadhan.

    Kesimpulan, waktu terbaik menjalankan Ibadah Umrah:

    1. Dari sisi syariah, Ibadah Umrah lebih baik dijalankan pada bulan Ramadhan
    2. Dari sisi cuaca, Ibadah Umrah lebih nyaman dijalankan pada bulan Februari, Maret atau Oktober
    3. Dari sisi kepadatan, Tanah Suci tidak akan terlalu padat pada bulan Syawal hingga Shafar. Namun juga akan   sedikit tidak padat pada bulan Jumadil Ula
    4. Dari sisi biaya, Ibadah Umrah akan sedikit lebih murah manakala dijalankan pada bulan Jumadil Ula

    Semoga Artikel Tips Memilih Waktu Terbaik Untuk Beribadah Umroh ini bermanfaat untuk Bapak/Ibu yang sedang merencanakan, berikut adalah paket umroh promo terbaru dari Mabrur Mandiri :

    Paket Umroh Terbaik 2017, Umroh Murah 2017, Travel Umroh 2017, Umroh Murah 2017 Terbaik, Umroh Murah Surabaya

    Paket Umroh Terbaik 2017, Umroh Murah 2017, Travel Umroh 2017, Umroh Murah 2017 Terbaik, Umroh Murah Surabaya