Adab Dalam Bepergian

adab-dalam-bepergianApakah anda akan mengikuti program Umroh 2015 ini? jika iya, artikel di bawah ini sangat cocok bagi Anda yang sedang berencana menjalankan ibadah umroh.

Umroh merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW sekali seumur hidup, selain Ibadah wajib Haji bagi yang mampu.

Umroh termasuk kegiatan bepergian, dan dalam Islam bepergian ada tata cara atau adabnya, yaitu ;

1. Sebelum membuat perjalanan atau safar hendaklah menyelesaikan dahulu semua urusan yang terkait antar sesama manusia, seperti contohnya melunasi hutang, mengembalikan barang pinjaman, menyelesaikan tugas dan amanah, dan lain sebagainya. Allah berfirman dalam Al-Quran yang artinya :

” Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. ” (QS. An Nisa : 58)

2. Sebelum melangkah ke luar rumah disunnahkan untuk mengerjakan shalat 2 rakaat terlebih dahulu

3. Hendaknya berpamitan atau menitipkan pesan kepada orang atau keluarga yang ditinggalkan.

Abu Hurairah RA menceritakan: “Ada seseorang yang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “ya Rasulullah, saya hendak safar, mohon nasehatilah saya.”
Beliau bersabda, “Bertaqwalah kepada Allah, dan bertakbirlah setiap melewati jalan menanjak.”
Ketika orang ini pergi Beliau berdoa: “Ya Allah, pendekkanlah jarak bumi untuknya, dan mudahkanlah perjalanan safarnya.” (HR, Ahmad dan Turmudzi).
Diantara pesan yang di sampaikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi orang yang hendak safar, “Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan ujung akhir amalmu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud). Dan di sohihkan oleh Shuaib Al Arna’ut.
Kemudian orang yang hendak safar mengatakan kepada orang yang hendak di tinggal, “Aku titipkan anda kepada Allah. Dia tidak akan menyia-nyiakan titipan itu.” (HR. Ibnu Majah.

4. Sebaiknya melakukan perjalanan bersama rombongan dan tidak bepergian sendirian.

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya manusia mengetahui apa-apa yang ada pada safar sendirian sebagaimana yang aku ketahui, maka seorang musafir tidak akan melakukan safar pada malam hari sendirian.” (HR. Al-Bukhari).

5. Jika melakukan safar dengan berombongan hendaknya menunjuk satu orang sebagai Amir, atau pemimpin perjalanan.

“ Apabila tiga orang akan berangkat safar hendaklah mereka memilih salah seorang ketua rombongan.” (HR. Abu Daud).

 
biaya haji 2015, biaya haji onh plus, biaya haji plus, biaya haji plus 2015, biaya haji 2016, biaya haji reguler 2015, biaya haji 2014, biaya haji tahun 2014

Facebook Comments