Kisah Nabi Muhammad saw Membela Bulan, Info Umroh Murah 2018. Info Umroh Murah Surabaya, Paket Umroh Murah, Travel Umroh Surabaya, Travel Umroh murah, Artikel Umroh, Info Umroh, Umroh Murah, Umroh Surabaya, Umroh 2018, Umroh Murah Surabaya

Kisah Hebat Rasulullah saw Membela Bulan Yang Pada Akhirnya Orang Kafir Mengakuinya

Kisah Hebat Rasulullah saw Membela Bulan Yang Pada Akhirnya Orang Kafir Mengakuinya

Kisah Nabi Muhammad saw Membela Bulan, Info Umroh Murah 2018. Info Umroh Murah Surabaya, Paket Umroh Murah, Travel Umroh Surabaya, Travel Umroh murah, Artikel Umroh,  Info Umroh, Umroh Murah, Umroh Surabaya, Umroh 2018, Umroh Murah Surabaya

Artikel Umroh, Info Umroh, Umroh Murah, Umroh Surabaya, Umroh 2018,
Paket Umroh Murah, Travel Umroh Surabaya, Travel Umroh murah, Umroh Murah Surabaya, Kisah Nabi Muhammad saw Membela Bulan, Info Umroh Murah 2018. Info Umroh Murah Surabaya

Mabrur Mandiri Umroh Murah Surabaya – Menjadi salah satu tanda kenabian atau pun rasul yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada mereka yang terpilih. Siapa umat Islam yang tak mengetahui perihal mukjizat dan juga keajaiban yang terjadi ketika Nabi dan Rasul hendak membuktikan bahwa hanya Allah SWT-lah yang patut untuk disembah.

Mulai dari Nabi Musa yang bisa membelah lautan, Nabi Isa yang mampu berbicara saat beliau masih bayi, sampai dimana cerita Nabi Muhammad ketika membelah bulan.

Semua itu terangkum penuh di dalam Al-Qur’an dan Hadist, sehingga tiada satu pun umat Islam yang tak mengetahui perihal tersebut.

Membahas perihal mukjizat yang di antaranya terdapat sebuah Cerita Kisah Nabi Muhammad membelah bulan misalnya. Lantas, apakah mukjizat tersebut?

Pengertian Mukjizat di Dalam Islam

Karena pada zaman dahulu banyak sekali orang-orang yang enggan percaya dengan adanya kekuasaan Allah SWT dan lebih memilih untuk menyembah berhala atau ruh para nenek moyang.

Maka ketika Allah SWT mengutus Nabi dan Rasul pilihan-Nya, dan para kaum yang dinasehati oleh beliau-beliau ini masih saja mengelak dari kebenaran, dan terkadang meminta bukti.

Benar, bukti bahwa memang Nabi dan Rasul tersebut memang diutus oleh Sang Maha Pencipta untuk membawa mereka semua ke jalan yang benar.

Oleh karena itu, seperti halnya kisah Nabi Sulaiman yang bisa berbicara dengan binatang, Nabi Nuh dengan bahteranya, sampai cerita nabi muhammad bisa membelah bulan.

Itu semua adalah beberapa bukti bahwa memang Allah SWT adalah Pemilik semesta alam dan tiada satu pun yang tidak bisa Dia kehendaki.

Maka mukjizat pun turun kepada Nabi yang ingin membuktikan kenabian atau kerasulannya.

Mukjizat sendiri adalah kejadian atau kelebihan di luar akal manusia yang tidak dimiliki oleh siapapun, karena mukjizat hanya diberikan oleh Allah kepada para rasul-Nya.

Sedangkan apabila ada seseorang yang memilki sesuatu yang luar bisa itu tidak bisa dikatakan sebagai mukjizat melainkan karomah.

Kemudian ada pula istilah irhasat dan khawariq, irhasat adalah pertanda yang terjadi untuk menunjukkan tanda kelahiran seorang Nabi (sebelum kenabian).

Sedangkan khawariq adalah kejadian yang terjadi dalam keadaan yang luar biasa.

Kembali pada ulasan mukjizat, dan membahas perihal Nabi dan Rasul terakhir di muka bumi ini yakni Nabi Muhammad SAW.

Tahukah kita apa saja mukjizat beliau?

Mungkin bisa dikatakan bahwa mukjizat terbesar beliau dan masih bisa kita temukan hingga detik ini adalah Al-Quran.

Ya, itu adalah salah satu mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT sebagai petunjuk untuk umat sesudahnya.

Selain tentang cerita nabi muhammad membelah bulan menjadi dua pastinya.

(Baca Juga Terkait : Umroh Murah 2018)

Perihal Mukjizat Nabi dan Rasul

Mukjizat Nabi dan Rasul memang tak bisa dinalar oleh kita yang mungkin jika membacanya akan menganggap bahwa hal itu sangat tidak mungkin terjadi apalagi di era yang sudah canggih saat ini.

Akan tetapi, percaya bahwa Allah SWT memang bisa menjadikan apa saja yang dikehendaki-Nya, maka bukan tidak mungkin semua mukjizat pada Nabi dan Rasul bisa terjadi.

Mukjizat sendiri biasanya berisi tentang pembuktian terhadap hal-hal yang sedang menjadi pembahasan pada zaman diturunkannya mukjizat tersebut.

Misalnya pada zaman Musa, banyak orang yang menggemari ilmu sihir dan mereka yang ingin melihat bukti tentang ke-Esaan Allah SWT pun menodongkan tantangan kepada beliau.

Sehingga dengan mukjizat, tongkat Musa bisa berubah menjadi ular dan mengalahkan ilmu sihir orang lain yang ada di sekitarnya.

Juga pada zaman Isa, trend yang sedang berkembang adalah ilmu kedokteran dan pengobatan, maka pada saat itu mukjizat Isa adalah bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal, dimana merupakan puncak dari ilmu pengobatan.

Demikian juga pada zaman Nabi Muhammad, yang mana masyarakat sedang menggandrungi ilmu sastra.

Maka disaat itulah dirunkan Al-Qur’an sebagai mukjizat Muhammad.

Nabi yang pada saat itu tidak bisa membaca dan menulis tapi bisa menunjukkan Al-Quran yang diyakini oleh umat Muslim, memiliki nilai sastra tinggi.

Tidak hanya dari cara pemilihan kata-kata tapi juga kedalaman makna yang terkandung di dalamnya sehingga Al-Quran dapat terus digunakan sebagai rujukan hukum yang tertinggi sejak zaman masa hidup nabi sampai nanti di akhir zaman. MasyaAllah…

Selain itu, ketika berbicara perihal cerita Nabi Muhammad SAW, teringat sebuah Cerita Tentang Nabi Muhammad membelah bulan.

Lalu benarkah hal tersebut pernah terjadi? Bagaimana mungkin bulan yang ukurannya bahkan sangat besar itu bisa terbelah?

Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan

Berbicara mengenai cerita Nabi Muhammad yang membelah bulan, pastilah dari kita banyak yang ingin tahu bagaimana kronologi mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Karena semua bermula dari para kaum Quraisy yang mendzalimi Nabi Muhammad SAW dan mendustakan perihal apa yang beliau ajarkan yakni tentang Islam.

Sehingga dari sanalah semua cerita singkat Nabi Muhammad membelah bulan dimulai.

Yakni karena semakin gencarnya dakwah yang dilakukan Rasullullah SAW bersama para sahabat membuat pemeluk Islam kian bertambah.

Melihat hal ini, orang-orang kafir Quraisy merasa sangat marah. Mereka berusaha membuat orang-orang di sekitar Nabi menjadi lemah keimanannya dengan beragam cara.

Mereka terus menantang Nabi Muhammad dengan berbagai keinginan yang tak masuk akal. Suatu ketika, para kafir Quraisy itu menyusun sebuah rencana untuk menyudutkan Nabi.

Mereka berencana untuk meminta Nabi Muhammad untuk melakukan hal yang mustahil di hadapan banyak orang sebagai bentuk olok-olok atas dakwah yang Beliau sampaikan.

Mereka meminta Nabi Muhammad untuk menunjukan mukjizat yang dimilikinya.

Para kafir Quraisy itu meminta agar Nabi Muhammad membelah bulan sebagai bentuk perwujudan kebenaran ajaran yang dibawa oleh beliau.

Kalau memang engkau adalah seorang nabi, tunjukkanlah satu mukjizat kepada kami. Belahlah bulan purnama yang kini tengah temaram menjadi dua bagian. Letakan yang sebelah diatas gunung ini, dan letakan yang sebelahnya lagi di atas gunung itu.

Mendengar tantangan itu, Nabi Muhammad kemudian bertanya,

Jika aku sanggup menjawab tantangan kalian, apakah kalian akan percaya jika aku memang diutus oleh Allah untuk menunjukan jalan kebenaran pada kalian?”.

Maka Nabi Muhammad SAW pun berdoa seraya berdzikir guna meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Tak berselang lama, dengan mengangkat jari telunjuk, bulan purnama sempurna itu pun bisa terbelah menjadi dua, seakan membenarkan kisah mukjizat membelah bulan Nabi Muhammad SAW.

Kemudian atas izin Allah SWT, beliau meletakkan setengah bagian bulan di atas sebuah gunung, dan setengah bagian yang lain di atas gunung satunya.

Saat itu, tak seorang pun mengeluarkan suaranya. Mereka semua bergumam takjub dan memperhatikan dengan seksama dari apa yang terjadi.

Subhanallah, sungguh luar biasa. Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Tinggi telah membelahkan bulan untuk Nabi Muhammad di malam itu.

Saksikanlah!!, Saksikanlah!!!.” kata Nabi Muhammad kepada orang-orang kafir Quraisy yang menantangnya dengan lantang. Orang kafir itupun hanya bisa takjub dengan mata terbelalak.

Mereka sama sekali tak percaya dengan kejadian yang dilihatnya. “Ini Sihir!!!, Ya ini Sihir !!!” ujar beberapa orang di antara mereka.

Masih saja mengelak dari kebenaran yang telah terjadi, kaum tersebut pun dilema antara percaya dan tidak.

Hingga pagi harinya, kota Mekkah pun menjadi gempar karena banyak orang-orang yang membicarakan fenomena luar biasa semalam.

Di saat muslimin membicarakan keindahan dari fenomena itu, orang-orang kafir Quraisy justru masih tetap tak percaya.

Mereka menganggap jika peristiwa yang tadi malam terjadi adalah sihir dan tipuan mata belaka. Beberapa orang di antara kafir Quraisy itu kemudian berkata,

Yang terjadi tadi malam hanyalah sihir. Sedangkan sihir pasti tidak akan sampai jauh pengaruhnya. Kita harus tanyakan pada para musafir yang datang hari ini.

Apakah peristiwa bulan terbelah semalam juga mereka lihat atau tidak”.

Mereka pun kemudian menunggu datangnya musafir yang singgah di hari itu. Tak berselang lama, para musafir kemudian datang.

Orang-orang kafir Quraisy yang semenjak tadi menunggu kemudian langsung bergumul, mendekati mereka untuk bertanya perihal peristiwa buan terbelah yang terjadi tadi malam.

Apakah mereka juga menyaksikannya tadi malam. Ternyata para musafir itu pun mengaku jika mereka juga melihat bulan yang terbelah menjadi dua bagian semalam.

Dengan penuh semangat, musafir-musafir itu lalu menceritakan secara rinci tentang apa yang mereka saksikan tadi malam.

Namun, meski kafir Quraisy itu sudah mendengarkan kesaksian para musafir, mereka tetap saja tidak percaya. Mereka malah mengatakan jika sihir Nabi Muhamad telah mencapai langit.

Karena bagi mereka, tak mungkin Nabi Muhammad membelah bulan dengan mudahnya menggunakan telunjuk.

Orang-orang kafir Quraisy itu telah terkunci mata hatinya, sehingga meski sudah melihat sesuatu yang benar-benar nyata mereka saksikan sendiri, mereka tetap saja berpaling dan memungkiri.

Sungguh Maha Besar Allah yang membuktikan kepada kaum kafir Quraisy tentang bagaimana Sang Pencipta yang memang patut untuk disembah.

Bukan hanya menjadi kisah lengkap Nabi Muhammad membelah bulan saja, namun kini banyak sekali para peneliti yang ingin tahu apakah benar bulan pernah terbelah.

Dan beberapa bukti pun terpampang nyata bagi mereka yang dikehendaki oleh-Nya.

Mengenai kisah mukjizat Nabi Muhammad membelah bulan, di era sekarang banyak sekali peneliti yang ingin mengetahui benarkah peristiwa tersebut pernah terjadi.

Karena dulu belum bisa membuktikan bulan itu terbelah karena sarana teknologi yang belum memadai.

Tetapi saat ini setelah manusia bisa menjelajah ke bulan dan melalui pesawat luar angkasa ditemukan bukti-bukti yang menandakan bulan pernah terbelah.

Bukti fakta yang kita lihat tadi mengungkapkan Mu’jizat Ilmiah Al Qur’an bahwa benarlah FirmanNya. Allah swt berfirman :

Telah dekat datangnya Hari Kiamat dan Bulan telah terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.

Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya”.
(QS. Al Qamar Ayat 1-3)

Dinyatakan juga dalam Hadits Nabi Muhammad saw :

Dari Abdullah Berkata bahwa ‏Bulan terbelah menjadi dua bagian di zaman Rasulullah, kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Saksikanlah
(HR. Muslim: 7249)

Saksi-saksi terbelahnya bulan saat itu, dicatat dalam beberapa manuskrip kuno. Seperti yang terdapat dalam manuskrip Madrid, Persia, India dan Bangsa Maya kuno.

Beberapa di antara manuskrip tersebut jelas menggambarkan bagaimana bulan terbelah dan bahkan raja India pada kala itu langsung memeluk Islam setelah mengetahui ada seseorang yang bisa membelah bulan, yakni Nabi Muhammad SAw.

(Baca Juga Terkait : PAKET HEMAT UMROH MURAH SURABAYA 2018  )

Demikianlah Kisah Hebat Rasulullah saw Membela Bulan Yang Pada Akhirnya Orang Kafir Mengakuinya oiya, mengingatkan Masih ada PROMO Paket UMROH MURAH 2018 untuk keberangkatan Umroh Bisnis Murah 2017
Dan apabila Bapak atau Ibu berkenan untuk bersilaturahmi bisa mengunjungi
Head Office :
Wisma Pagesangan Raya No. 89 Surabaya

(Selatan Masjid Agung Surabaya)

Facebook Comments